SAKIT MATA ARMD  | Distributor Tahitian Noni BANDUNG File

Untuk Membantu Menjelaskan Manfaat Noni bagi Klient di Bandung, Kami hadirkan pengalaman Suria Hariyatie Soeherman (71 tahun) mengkonsumsi Tahitian Noni.

Demikian tuturnya, Meskipun sudah cukup umur, saya masih dipercaya orang untuk bekerja sebagai karyawan swasta sekitar tahun 1995. Saat itu merupakan awal dari berbagai macam penyakit yang saya derita sampai bertahun-tahun, antara lain vertigo, linulinu, batuk, dan kaki kram. Setiap hari selalu mengkonsumsi obat

 Tahun 2009, saya mulai mengkonsumsi Tahitian Noni Juice, akan tetapi tidak rutin. Meskipun begitu, sakit vertigo dan batuk saya saja yang sembuh, tapi sakit linu-linu dan kram saya tidak sembuh, sehingga saya masih mengkonsumsi Obat terus.

Namun kesembuhan yang saya rasakan hanya sebentar saja. Tahun 2010, tepatnya pada bulan Mei, saya terkena sakit mata. Mata saya tiba-tiba kabur, melihat tidak jelas, sehingga saya tidak bisa membaca sama sekali. Tetapi sebetulnya,

sudah setahun yang lalu sekitar bulan mei tahun 2009, mata saya yang kanan sudah terasa tidak bisa melihat dengan jelas, akan tetapi tidak saya rasakan karena saya rasa hanya sakit mata biasa saja. Meskipun begitu, saya sempat juga periksa ke dokter dan sudah di beri obat mata, tapi belum juga sembuh.

 Suria Hariyatie Soeherman | Pengalaman Minum Tahitian Noni | Bandung  file

Terkena ARMD

Ketika di rumah sakit, mata saya di cek dan hasilnya, retina saya terjadi pendarahan. Saya periksa ke dokter mata sampai tiga kali dan divonis sebentar lagi buta untuk mata yang kiri dan yang kanan sudah buta. Saya kemudian pindah ke dokter yang lebih baik karena saya merasa tidak puas. “Setelah di periksa, saya dinyatakan kena penyakit

ARMD (Age related macular degeneration), yaitu penyakit pada mata yang merusak penglihatan sentral,” katanya. Penyakit ini merusak macula, yaitu suatu daerah kecil dibagian retina yang terdapat di dalam bola mata. Makula berperan dalam membedakan warna dan melihat jelas atau detail.

ARMD tidak mengganggu penglihatan tepi, sehingga tidak menyebabkan kebutaan total. Resiko bertambah dengan bertambahnya umur, biasanya dimulai pada umur 50 tahun. Menurut para ahli, penyebabnya adalah karena genetic, nutrisi, merokok, matahari. Saya dianjurkan untuk suntik mata sebanyak 3x dengan biaya kurang lebih Rp. 7.500.000 untuk sekali suntik. Tapi tidak menjamin kesembuhan secara total. Selain itu, posisi kedua bola mata juga bisa berubah.

Hasil dokter yang terakhir ini merupakan titik awal saya memutuskan untuk mengkonsumsi Tahitian Noni Juice secara rutin karena saya ingin segera sembuh. Saya minum 60 ml x 2 per hari dan saya buat untuk obat tetes. “Saya bersyukur sekali, pada hari ketiga saya sudah bisa mulai melihat menu makanan yang akan saya makan, sudah bisa membaca, tetapi siang hari, untuk malam hari masih belum bisa. Kurang lebih pada hari kesepuluh, saya sudah bisa melihat dengan jelas semuanya, tapi untuk tulisan huruf yang kecil-kecil tidak  bisa karena mungkin juga karena faktor usia. Seiring dengan itu, sakit vertigo dan kaki kram saya hilang karena tidak pernah kambuh lagi,” katanya dengan penuh syukur.